SELAMAT DATANG DI WEBSITE BKD KOTA SOLOK - SUMATERA BARAT

Informasi dan Tips

Baca Al-Quran On-line

Baca Al-Quran dan terjemahan disini

Tips Menggunakan Internet Dengan Cerdas

Sudah banyak terjadi, isu internet dengan jejaring sosial-nya menyeruak ke permukaan. Beberapa remaja dikabarkan hilang dan diculik setelah bertemu dengan teman barunya melalui situs jejaring sosial. Begitu merusakkah internet ? Tentu tidak.


Internet adalah sebuah alat, yang tergantung bagaimana dan untuk apa kita menggunakan alat itu. Berikut tips bagaimana menggunakan internet secara cerdas sehingga bermanfaat bagi kehidupan.


Berikut ini Tips Berinternet Secara Cerdas:

  1. Internet adalah gudang ilmu, gunakan semaksimal mungkin untuk mencari informasi yang menunjang pelajaran, kuliah, penelitian, pekerjaan dan hal-hal yang mencerdaskan lainnya.
  2. Jangan mengumbar atau memberikan data diri Anda dengan mudah di Internet, sebab data diri Anda bisa saja disalahgunakan pihak lain.
  3. Internet bisa bersifat anonimous, mengaku perempuan tapi lelaki, bernama X tapi ternyata Y, tinggal di kota A tapi sesungguhnya di B, sehingga jangan percaya begitu saja akan informasi yang disampaikan.
  4. Jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, Twitter, My Space dan sebagainya baik untuk mempererat tali silaturahmi, berdiskusi akan banyak hal, tapi gunakanlah secara bijak, atur waktu mengakses agar tetap produktif. Jangan sembarangan menerima pertemanan, karena dengan menerima pertemanan dengan seseorang yang tidak dikenal maka anda berarti juga telah mengenalkan teman-teman anda kepadanya, dan jangan pula sembarangan menerima ajakan bertemu dengan orang yang belum dikenal.
  5. Jangan sembarangan menerima undangan/ menggunakan aplikasi di media sosial seperti facebook, karena seringkali pengembang dari aplikasi tersebut akan mengambil data-data pribadi anda, termasuk siapa teman-teman anda.
  6. Internet mempermudah transaksi bisnis, perbankan maupun jual-beli barang, untuk itu gunakan transaksi dengan tingkat security yang aman, berhati-hati dengan nomor kartu kredit, PIN e-banking, sebab penjahat internet siap mengintai setiap saat.
  7. Bagi orang tua, dampingi putra-putri saat mengakses internet dan berikan penjelasan serta batasan apa saja yang boleh diakses.
  8. Untuk membatasi putra-putri yang di bawah umur mengakses situs pornografi. pornoaksi, gunakan program-program filter (seperti netnanny, K9 web protection) di komputer sehingga akses internet dapat terbatasi untuk situs-situs yang aman saja.
  9. Jangan sembarangan membuka email atau mendownload file terutama yang berasal dari luar negeri atau orang tak dikenal, karena seringkali itu adalah spam atau virus.
  10. Meskipun menggunakan komputer/ perangkat TIK pribadi, biasakan untuk selalu log out setelah anda log in suatu aplikasi maupun transaksi apapun. Keadaan tetap log in beresiko jika ada pihak lain yang kemudian melanjutkan aplikasi maupun transaksi terutama untuk akses internet di tempat umum seperti Warnet.
  11. Bahasa tulis berbeda dengan bahas lisan, sehingga gunakanlah tata bahasa yang baik dan tidak menimbulkan salah pengertian pihak lain. Kalaupun dirasa ada yang tidak pas dengan bahasa yang tertulis, pemakluman diperlukan mengingat tingkat pendidikan dan pengalaman yang berbeda ataupun kesulitan dalam menerjemahkan bahasa lisan ke tulisan, apalagi internet terutama dengan booming jejaring sosial, masih merupakan ”mainan’ baru bagi kita semua.
  12. Internet bukan wilayah bebas tanpa hukum, kejahatan memanfaatkan teknologi informasi (online) kini juga dapat diproses secara hukum. Penjahat cyber seperti cracker, carder, pencuri data/informasi elektronik kini juga dapat dijerat secara hukum. Begitu juga bagi pihak-pihak yang melakukan penipuan, pemerasan, atau penghinaan/ pencemaran nama baik secara online.
  13. Perhatikan soal hak cipta saat menyalin (copy-paste) maupun menyebarkan tulisan, gambar atau video dari pihak/situs lain agar tidak ada tuntutan dikemudian hari.
  14. Tidak memproduksi maupun menyebarkan spam, virus, HOAX, termasuk juga gambar/foto pornoaksi dan pornografi, terutama pornografi anak.
  15. Karena akses internet berbiaya, terutama yang menggunakan waktu (seperti dial up ataupun di warnet-warnet) maupun volume, maka gunakan internet seperlunya agar biaya tidak membengkak. Kalaupun bersifat unlimited, tetap matikan akses jika sudah tidak dipakai agar jika ada pengguna lain yang ingin menggunakan, mendapatkan kualitas layanan yang lebih baik.
oleh  Heru Sutadi dan sumber lainnya.



Anak dan Gadget : Bersikap bijak dengan teknologi

Waspadai gadget, yang penting, terapkan aturan sejak dini dan perlakukan gadget  hanya sebagai alternatif sarana pembelajaran yang berbeda.
Gadget adalah piranti yang berkaitan dengan perkembangan teknologi masa kini. Yang termasuk gadget misalnya tablet, smartphone , netbook , dan sebagainya. Meski gadget bukan interaksi sosial tapi fitur menarik yang ditawarkan seringkali mendorong anak-anak cepat akrab dengannya. Tak jarang, gadget dianggap sebagai momok bagi anak. Padahal, gadget  sama dengan benda lainnya yang memiliki dampak positif dan negatif.


Pilih Sesuai Usia

Menurut Jovita Maria Ferliana, M.Psi., untuk anak usia di bawah 5 tahun, “Pemberian gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara,” katanya. Artinya, jangan terlalu banyak memberikan kesempatan bermain gadget pada anak di bawah 5 tahun. Terlebih di usia ini, yang utama bukan gadget -nya, tapi fungsi orangtua. Pasalnya gadget hanya sebagai salah satu sarana untuk mengedukasi anak.

Ditinjau dari sisi neurofisiologis, otak anak berusia di bawah 5 tahun masih dalam taraf perkembangan. Perkembangan otak anak akan lebih optimal jika anak diberi rangsangan sensorik secara langsung. Misalnya, meraba benda, mendengar suara, berinteraksi dengan orang, dan sebagainya. Jika anak usia di bawah 5 tahun menggunakan gadget  secara berkelanjutan, apalagi tidak didampingi orangtua, akibatnya anak hanya fokus ke gadget dan kurang berinteraksi dengan dunia luar.
Yang berikutnya, otak bagian depan adalah bagian yang berfungsi memberi perintah dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Di bagian otak belakang, ada yang namanya penggerak. Di bagian ini, terdapat hormon endorfin yang mengatur pusat kesenangan dan kenyamanan. “Pada saat bermain gadget, anak akan merasakan kesenangan, sehingga memicu meningkatnya hormon endorfin. Nah, kecanduan berhubungan dengan ini jika dilakukan dalam jangka waktu lama dankontinyu ,” jelas Jovita. Akibatnya, ke depannya, anak akan mencari kesenangan dengan jalan bermain gadget, karena memang sudah terpola sejak awal perkembangannya.
Dari aspek interaksi sosial, perkembangan anak-anak usia di bawah 5 tahun sebaiknya memang lebih ke arah sensor-motorik. Yaitu, anak harus bebas bergerak, berlari, meraih sesuatu, merasakan kasar-halus. Memang di gadget juga ada pengenalan warna atau games di mana orang melompat. “Namun, kemampuan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan objek nyata di dunia luar tidak diperoleh anak. Tentu beda fungsi melompat dengan memencet tombol dengan anak sendiri yang melompat, kan?” papar Jovita.

Batasi Waktu

“Anak usia di bawah 5 tahun, boleh-boleh saja diberi gadget. Tapi harus diperhatikan durasi pemakaiannya,” saran Jovita. Misalnya, boleh bermain tapi hanya setengah jam dan hanya pada saat senggang. Contohnya, kenalkan gadget seminggu sekali, misalnya hari Sabtu atau Minggu. Lewat dari itu, ia harus tetap berinteraksi dengan orang lain. Aplikasi yang boleh dibuka pun sebaiknya aplikasi yang lebih ke fitur pengenalan warna, bentuk, dan suara.
Tentunya, orangtua harus tetap mendampingi karena justru di usia dibawah 5 tahun, peran orangtua lebih dominan. Fungsi orangtua adalah menjelaskan dan membantu anak mengaitkan antara apa yang ada di gadget dengan apa yang ia lihat di dunia nyata. Misalnya, ketika gadget menampilkan warna merah, maka orangtua mengatakan, “Nah, ini warna merah,” dan seterusnya.
Orangtua juga sebaiknya mengenalkan gadget pada anak mulai usia 4 – 5 tahun. Di bawah usia itu sebaiknya jangan. Pasalnya, di usia ini, neuron saraf seorang anak sedang berkembang dan fungsi radiasi di gadget bisa sedikit menghambat pertumbuhan neoron tersebut.
Sejalan pertambahan usia, ketika anak masuk usia pra remaja, orangtua bisa memberi kebebasan yang lebih, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk fungsi jaringan sosial mereka. Di atas usia 5 tahun (mulai 6 tahun sampai usia 10 tahun) misalnya, orangtua bisa memperbanyak waktu anak bergaul dengan gadget . “Di usia ini, anak sudah harus menggali informasi dari lingkungan. Jadi, bolehlah kalau tadinya cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan supervisi dari orangtua, kini setiap Sabtu dan Minggu selama dua jam. Boleh main games  atau browsing mencari informasi,” jelas Jovita. Intinya, menurut Jovita, kalau orangtua sudah menerapkan kedisiplinan sedari awal, maka di usia pra remaja, anak akan bisa menggunakan gadget secara bertanggungjawab dan tidak kecanduan gadget .



Waspada Antisosial

Bermain gadget dalam durasi yang panjang dan dilakukan setiap hari secara kontinyu, bisa membuat anak berkembang ke arah pribadi yang antisosial. Ini terjadi karena anak-anak ini tidak diperkenalkan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Ambil contoh dua orang anak usia 5 tahun yang sama-sama tengah menunggu penerbangan bersama orangtua mereka. Salah seorang anak memegang tablet terbaru, sementara yang satunya menghabiskan waktu menunggu jadwal terbang dengan berkeliling di ruang tunggu, berkomunikasi dengan orang baru di sebelahnya, dan mengamati sekitarnya. “Dari sini bisa kita lihat, anak yang tidak memegang tablet akan mendapat lebih banyak pembelajaran secara konkret,” ujar Jovita.

Hindari Kecanduan
Kasus kecanduan atau penyalahgunaan gadget biasanya terjadi karena orangtua tidak mengontrol penggunaannya saat anak masih kecil. “Maka sampai remaja pun ia akan melakukan cara pembelajaran yang sama. Akan susah mengubah karena kebiasaan ini sudah terbentuk,” jelas Jovita. Ini sebabnya, orangtua harus ketat menerapkan aturan ke anak, tanpa harus bersikap otoriter. Dan jangan lupa, orangtua harus menerapkan reward and punishment. Kalau ini berhasil dijalankan, maka anak akan bisa melakukannya secara bertanggungjawab dan terhindar dari kecanduan. Nah, seperti apa ciri-ciri anak yang sudah menunjukkan tanda-tanda kecanduan gadget?
- Anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain dengan gadget.
- Anak mengabaikan/mengesampingkan kebutuhan lain hanya untuk bermain gadget. spt: lupa makan, mandi.
- Anak mengabaikan teguran-teguran dari orang sekitar

Internet dan Bahaya Pornografi

Gadget dan internet ibarat dua sejoli yang tak bisa dipisahkan. Setiap gadget hampir dipastikan memiliki kemampuan untuk terhubung via internet baik memlalui jaringan seluler maupun wifi. Anak-anak jaman sekarang sudah sangat familiar menggunakan gadget dan internet, bahkan sudah menjadi kebutuhan. Gadget dan internet bila digunakan dengan baik dan benar akan sangat mendukung perkembangan dan pengetahuan anak.

Namun Gadget dan internet memiliki potensi resiko yang dapat merusak anak-anak kita karena banyak konten pornografi yang bertebaran. Konten pornografi ini dapat berupa gambar atau foto, video, cerita-cerita, lagu-lagu hingga game atau permainan. Orang dewasa saja bisa kecanduan akan pornografi dan terpengaruh untuk melakukan kekerasan seksual atau penyimpangan seksual, apalagi anak-anak yang masih polos dan dalam masa perkembangan yang begitu cepat belajar dan menyerap informasi yang ada disekitarnya. Konten pornografi bisa masuk ke gadget anak melalui koneksi internet maupun berbagi file atau aplikasi antar gadget. Melalui internet misalnya, konten pornografi bisa hadir tanpa diundang, bisa saja tiba-tiba masuk melalui iklan, email ataupun tak sengaja mengklik link yang jebakan yang mengarah kepada website yang menyajikan konten pornografi. 

Oleh karena itu, sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban kita untuk membentengi dan melindungi anak-anak dari kemungkinan serangan pornografi yang bisa masuk melalui gadget dan internet yang biasa digunakan anak-anak sehari-hari.

Untuk membentengi anak-anak dari mengakses konten pornografi baik sengaja atau tidak sengaja, dapat dilakukan melalui pengaturan pada berbagai tingkat yaitu modem, komputer/ laptop maupun pada aplikasi. Pengaturan tersebut tidak mampu menghilangkan resiko masuknya konten pornografi namun tujuannya meminimalisir masuknya content pornografi tersebut.

Cara yang paling mudah adalah dengan memasang aplikasi pada gadget ataupun filter pada browser yang biasa dipakai anak. Cukup banyak aplikasi dan filter tersedia di dunia maya yang dapat memblok konten pornografi pada gadget ataupun browser sehingga aman digunakan oleh anak-anak. Aplikasi dan filter anti pornografi ini tinggal diunduh dan diinstal pada gadget atau browser, ada yang gratis ada juga yang harus membayar untuk mengunduhnya. Salah satu aplikasi dan filter anti pornografi yang terkenal ampuh di dunia internet adalah yang diproduksi oleh Metacert.

Metacert adalah lembaga nirlaba yang berusaha melindungi anak-anak dari konten pornografi yang sangat banyak beredar di dunia maya. Metacert mempunyai semboyan Internet Safety for families and schools. Metacert menyediakan gratis aplikasi dan filter antipornografi yang bisa diinstall pada gadget dan browser sehingga anak-anak terlindung dari pornografi yang bisa diakses baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Dengan memasang aplikasi dan filter anti pornografi dari Metacert gadget tidak bisa membuka konten pornografi dan browsernya akan otomatis memblok konten pornografi yang berasal dari jutaan website yang telah diidentifikasi. Saat ini sudah tersedia filter pornografi untuk browser pada Ipad, browser Google Chrome dan Mozilla Firefox. Untuk gadget android juga tersedia aplikasi yang dapat mengontrol penggunaan gadget.

Filter anti pornografi dari Metacert dapat memblok 700 juta halaman web yang mengandung konten pornografi yang berasal dari seluruh dunia. Yang paling menarik adalah adanya aplikasi untuk android yang dapat membatasi anak-anak dalam memainkan game dan mengakses email dan tentu saja memblok berbagai konten pornografi. Penggunaan gadget android oleh anak-anak dapat lebih optimal untuk hal-hal yang bermanfaat dan membantu mengurangi efek kecanduan bermain game. Menginstall filter dan aplikasi ini sangat mudah. Bagi yang berminat dapat mempelajari dan mengunduhnya langsung di website Metacert pada alamat https://metacert.com

Mari lindungi anak-anak kita dari bahaya pornografi yang bisa masuk melalui gadget dan koneksi internet tanpa sepengetahuan orang tua di rumah maupun guru di sekolah. Semoga bermanfaat.

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting
http://health.kompas.com/read
http://drbenkim.com/cell-phone-dangers

0 komentar:

Post a Comment